SELAMAT DATANG DI BLOG SD NEGERI 1 SUCEN

KECAMATAN GEMAWANG KABUPATEN TEMANGGUNG

SELAMAT DATANG DI BLOG SD NEGERI 1 SUCEN

KECAMATAN GEMAWANG KABUPATEN TEMANGGUNG

SELAMAT DATANG DI BLOG SD NEGERI 1 SUCEN

KECAMATAN GEMAWANG KABUPATEN TEMANGGUNG

SELAMAT DATANG DI BLOG SD NEGERI 1 SUCEN

KECAMATAN GEMAWANG KABUPATEN TEMANGGUNG

SELAMAT DATANG DI BLOG SD NEGERI 1 SUCEN

KECAMATAN GEMAWANG KABUPATEN TEMANGGUNG

SELAMAT DATANG DI BLOG SD NEGERI 1 SUCEN KECAMATAN GEMAWANG KABUPATEN TEMANGGUNG

Minggu, 23 Juni 2013

PEMBAGIAN RAPOR HASIL BELAJAR SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2013/2014



Pembagian Laporan Hasil Belajar Siswa semester 2 tahun pelajaran 2013/2014 SD Negeri 1 Sucen dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 21 Juni 2014,   kegiatan ini dilakukan oleh guru kelas 1 sampai kelas 5 dengan mengundang orangtua/wali siswa.

Sebelum rapor diserahkan ke orangtua siswa guru kelas masing-masing memberikan sambutan singkat kepada orangtua yang hadir mengenai perkembangan nilai anak-anaknya di semester 2 tahun 2013/2014 yang telah dicantumkan dalam buku Rapor.

Menyampaikan peringkat kelas masing-masing dan memberikan pengarahan kepada orang tua siswa yang mungkin dalam nilai rapornya nanti dinyatakan tidak naik kelas.

Pembagian Rapor siswa dimulai pada pukul 09.00 WIB pada masing-masing kelas, setelah sambutan singkat guru kelas kemudian rapor diserahkan kepada orangtua/wali siswa, sekitar pukul 10.00 WIB kegiatan telah selesai dilakukan.




Jumat, 21 Juni 2013

PEMBERIAN PENGHARGAAN KEPADA SD PERAIH NILAI UN TERTINGGI SE KECAMATAN GEMAWANG



Pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2013, bertempat di Aula UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gemawang dilakukan pemberian penghargaan kepada SD peraih nilai Rata-rata UN tertinggi se kecamatan Gemawang, pemberian tropi penghargaan dilakukan oleh Bapak Subari, S.Pd selaku Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gemawang, Tropi penghargaan yang diberikan meliputi peraih Juara I, Juara II, Juara III serta Piala Bergilir Juara Umum peraih nilai UN tertinggi.

Selain penghargaan kepada SD Peraih nilai rata-rata UN tertinggi juga diberikan hadiah kepada siswa peraih nilai UN tertinggi se Kecamatan Gemawang, yang diberikan kepada Siswa SD Negeri 1 Sucen yang bernama Finariyah. Pemberian hadiah diberikan oleh Bapak Kepala UPT dan diterima oleh Bapak Kabul Royani, S.Pd. selaku Kepala SD Negeri 1 Sucen.

Juara I nilai rata-rata UN tertinggi diraih SD Negeri 3 Muncar yang diterima Oleh Bapak Sugiyadi, S.Pd, Kepala SD Negeri 3 Muncar, Juara II diraih SD Negeri 1 Sucen yang diterima oleh Bapak Kabul Royani Kepala SD Negeri 1 Sucen, Juara III diraih oleh SD Negeri 2 Kemiriombo yang diterima oleh Bapak Agus Sukiyana, S.Pd. Kepala SD Negeri 2 Kemiriombo. Sedangkan Tropi Bergilir Juara Juara Umum diraih oleh SD Negeri 3 Muncar yang diterima oleh Bapak Wahyu Widayanto selaku guru kelas VI SD Negeri 3 Muncar.

Pada kesempatan tersebut Bapak Kepala UPT juga mengumumkan bahwa di tingkat Kabupaten Temanggung, Kecamatan Gemawang memperoleh peringkat ke 13 dari 20 kecamatan se Kabupaten Temanggung. Selain itu beliau memberikan pesan bahwa penghargaan tersebut sebagai pemicu semangat untuk lebih mengoptimalkan perolehan peringkat nilai UN pada tahun-tahun berikutnya.

Di SD Negeri 1 Sucen pemberian hadiah disampaikan oleh Bapak Kabul Royani, S.Pd kepada Bapak Adhie Listia Widhia W. Selaku guru kelas VI, dan hadiah peraih nilai UN tertinggi se Kecamatan Gemawang diberikan kepada Finariyah pada kegiatan Khultum Jumat tanggal 21 Juni 2013 di halaman SD Negeri 1 Sucen.







 
 


 



 

Rabu, 19 Juni 2013

PELATIHAN KANTIN SEHAT BAGI GURU UKS DI KABUPATEN TEMANGGUNG



Pelatihan peningkatan pengawasan Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) yang diadakan oleh Seksi FARMAMIN dan PERBEKES bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dilaksanakan tanggal 18 dan 19 Juni 2013 bertempat di Grahita Resto Temanggung.

Pelatihan ini dikuti oleh 32 peserta dari 4 Kecamatan se Kabupaten Temanggung, yaitu Kecamatan Bulu, Kecamatan Pringsurat, Kecamatan Wonoboya dan Kecamatan Gemawang, untuk peserta dari kecamatan Gemawang diikuti oleh 3 peserta yaitu 2 peserta dari SDN 1 Muncar dan 1 peserta dari SDN 1 Sucen.

Definisi pangan jajanan (FAO) adalah makanan dan minuman yang disiapkan dan dijual oleh pedagang di pinggir jalan atau tempat umum lainnya untuk langsung dikonsumsi oleh pembeli tanpa persiapan atau pengolahan lebih lanjut. 

Definisi operasional pangan jajan anak sekolah (PJAS) (BPOM) adalah pangan siap saji yang ditemui di lingkungan sekolah. PJAS memiliki peranan yang strategis dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pemeliharaan ketahanan belajar anak sekolah, PJAS harus memenuhi syarat :

  1. Aman, dari cemaran yang merugikan kesehatan
  2. Bermutu, memenuhi kriteria keamanan pangan, kandungan gizi dan standar lain.
  3. Bergizi, mengandunng zat gizi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Tujuan Aksi Nasional PJAS antara lain, Memberdayakan komunitas sekolah, Meningkatkan koordinasi dan jejaring kerja lintas sektor di pusat dan di daerah, Meningkatkan kemanan, mutu, dan gizi PJAS di Indonesia.












Selasa, 18 Juni 2013

HARI INI UJIAN TERTULIS SBMPTN DILAKSANAKAN

Jakarta -- Hari ini Selasa (18/6/2013) dan Rabu besok, ujian tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 dilaksanakan secara serentak. Sedangkan pelaksanaan ujian ketrampilan dijadwalkan tanggal 20 dan 21 Juni mendatang.

Lebih dari 590 ribu peserta akan bersaing memperebutkan sekitar 90 ribu kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) tahun ini. Ketua Panitia SBMPTN 2013 Akhmaloka menyampaikan, jumlah peserta tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh panitia. "Kami menargetkan peserta SBMPTN 2013 sebanyak 500-600 ribu, maka, jumlah tersebut telah memenuhi target," ujar Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut beberapa hari yang lalu di Jakarta.

Dari pantauan reporter Portal Kemdikbud, sejak pagi hari pukul 06.30 peserta SBMPTN sudah datang dan mempersiapkan diri di lokasi ujian. Sebagian besar sudah datang hari sebelumnya untuk memastikan letak ruangan dimana mereka akan melaksanakan ujian.

Annisa, peserta SBMPTN dari Ciputat Tangerang Selatan bahkan sudah datang ke lokasi ujian pukul 06.00 WIB. "Takut terjebak macet, makanya berangkat jam 5 pagi dari rumah," ujar siswi berjilbab yang mengikuti ujian di SMA di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sejumlah orang tua siswa juga turut hadir, memastikan putra-putrinya tidak terlambat mengikuti ujian penting tersebut. Ibu Erika, datang dari Bekasi Jawa Barat mengantarkan putrinya mengikuti ujian di sebuah SMK di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. "Kemarin sudah cek lokasi, biar nggak salah tempat," ujar wanita yang bekerja di sebuah kementerian tersebut. (NW)

Minggu, 16 Juni 2013

BESUDUT, ANAK RIMBA PERTAMA YANG LULUS UN DAN INGIN MENJADI GURU

Jakarta--Besudut, begitulah nama aslinya sebagai anak rimba. Ia merupakan seorang anak dari Suku Anak Dalam di hutan rimba yang terletak di Taman Nasional Bukit Dua Belas Makekal, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Semangatnya untuk mengikuti pendidikan formal di luar hutan, menjadikan Besudut sebagai satu-satunya anak rimba yang mengenyam pendidikan formal dan lulus ujian nasional (UN) tingkat SMA. Padahal keputusannya untuk bersekolah itu melanggar hukum adat di lingkungan Suku Anak Dalam. Ia pun dikucilkan dari komunitasnya. Besudut lalu mengubah namanya menjadi Irman Jalil. 

Perkenalannya dengan dunia pendidikan dimulai pada tahun 2000, dengan mengikuti pendidikan informal bersama seorang relawan bernama Butet Manurung yang masuk ke hutan, dan menawarkan untuk mengajar mereka. Karena belajar atau bersekolah dilarang dalam hukum adat, maka anak-anak di Suku Anak Dalam tidak berani menerima tawaran Butet Manurung. Namun Besudut dan dua temannya memiliki motivasi yang tinggi untuk bisa membaca, berhitung, serta mengenal dunia luar. Mereka bertiga pun belajar dari Butet hingga tahun 2003.

"Kami dilarang sekolah karena merusak adat," tutur Besudut dengan logat khasnya. Namun ia sadar, pendidikan adalah hak setiap orang. Karena itu ia pun nekat meninggalkan komunitas adatnya demi bersekolah. Usai belajar dari Butet, dua temannya memutuskan untuk menyudahi pengalaman belajarnya. Namun Besudut memutuskan untuk melanjutkan sekolah, dan merantau ke Kota Jambi. Ia melanjutkan pendidikannya dengan pendidikan alternatif di WARSI, yaitu Warung Informasi dan Konservasi. Tahun 2004 ia masuk SD, dan langsung masuk kelas 4 SD setelah melalui tes. Namun di pertengahan tahun, ia diperbolehkan langsung naik ke kelas 5. Sehingga dalam waktu 1,5 tahun Besudut pun lulus SD, dengan nama Irman Jalil.

Tantangan diterimanya saat ia duduk di kelas 2 SMP. Menjelang ujian kenaikan kelas, Besudut justru kembali ke hutan. Saat itu ia merasakan tidak ingin bersekolah. Sebagai anak rimba yang telah melanggar adat, saat kembali ke komunitas adatnya, Besudut pun mendapat sanksi. Ia diharuskan membayar denda berupa kain. Dibantu orangtua dan teman-temannya, ia pun membayar sanksi adat tersebut dengan memberikan beberapa kain. Besudut mengalami demotivasi untuk bersekolah, tapi tidak bagi guru-gurunya. Guru-guru Besudut terus mengajaknya untuk kembali ke sekolah hingga akhirnya ia pun bersedia.
Besudut, alias Irman Jalil, berhasil menamatkan sekolahnya hingga SMA, di usia 21 tahun. Ia menjadi satu-satunya anak rimba yang mengenyam pendidikan formal, dan resmi lulus UN dengan nilai yang cukup memuaskan, yaitu 32,40. Itu berarti rata-rata nilai UNnya adalah 6,4. Sedangkan nilai ujian sekolah Besudut sebesar 48,14, yang berarti rata-ratanya 8,02.

Usai dinyatakan lulus UN, Besudut berniat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Ia penasaran, seperti apa pendidikan di perkuliahan. Terlebih lagi, Besudut memiliki cita-cita menjadi guru. "Saya satu-satunya dari Suku Anak Dalam yang sudah lulus SMA. Saya ingin ambil PGSD supaya bisa mengajar," tuturnya. Besudut memiliki cita-cita mulia menjadi guru, supaya bisa mengajar kelompok adatnya, Suku Anak Dalam, sehingga mereka pun bisa membaca, menulis dan berhitung.

Ada cerita menarik yang disampaikan Besudut mengenai kemampuan membaca di kelompok adatnya. Suatu hari datang surat dari Kepala Desa Tanah Garo yang ditujukan untuk Kepala Suku Anak Dalam. Namun sang pemimpin adat tidak bisa membaca surat tersebut. Begitu pula dengan orang tua lain. Para pemimpin adat pun memanggil Besudut dan dua temannya yang pernah belajar membaca dengan Butet Manurung. Semua orang tua pun berkumpul untuk mendengarkan surat yang dibaca ketiganya. Mereka diminta persatu-satu untuk membaca surat tersebut. "Ternyata bunyinya sama, baru mereka percaya," tutur Besudut mengisahkan pengalamannya.

Hal itu pula yang memotivasi Besudut untuk menjadi guru dan mengajar di kelompok adatnya. Ia melihat, sebenarnya anak-anak di Suku Anak Dalam memiliki keinginan untuk bersekolah, namun tidak diizinkan orangtuanya karena dianggap melanggar adat. Semangat dan tekad Besudut pun diapresiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, yang memberikan akses kepadanya untuk berkuliah di Universitas Jambi. (DM/js)

TIDAK MENGHAPUS MATA PELAJARAN

Ada kekhawatiran pada masyarakat jika Kurikulum 2013 diterapkan akan ada penghapusan beberapa mata pelajaran. Kekhawatiran ini dijawab Mendikbud Mohammad Nuh, bahwa tidak ada penghapusan mata pelajaran, yang ada hanya pengintegrasian mata pelajaran.

Mata pelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar (SD) diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Pengintegrasian ini dilakukan karena penting, serta menyesuaikan zaman yang terus mengalami perkembangan pesat.

Hadirnya kurikulum baru bukan berarti kurikulum lama tidak bagus. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Pergeseran paradigma belajar abad 21 dan kerangka kompetensi abad 21 menjadi pijakan di dalam pengembangan kurikulum 2013.






Ada empat standar dalam kurikulum yang mengalami perubahan, meliputi standar kompetensi lulusan, proses, isi, dan standar penilaian. Terhadap perubahan itulah maka rumusan standar kelulusan (SKL) pun berubah. Gambar 3 menunjukkan ruang lingkup SKL. Sedang gambar 4 dan gambar 5 berturut-turut tentang SKL Rinci dan SKL Ringkas.

Sumber : www.kemdikbud.go.id

UJI PUBLIK KURIKULUM 2013: PENYEDERHANAAN, TEMATIK-INTEGRATIF

Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012. Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.

Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Menambah Jam Pelajaran

Strategi pengembangan pendidikan dapat dilakukan pada upaya meningkatkan capaian pendidikan melalui pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru; serta lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran.


 
Skema 1. menyajikan tentang Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran. Sedang gambar 1. menggambarkan tentang strategi meningkatkan capaian pendidikan, yang digambarkan melalui sumbu x (efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan prefesionalitas guru), y (pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi) dan z (lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran).

Rasionalitas penambahan jam pelajaran dapat dijelaskan bahwa perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan penambahan jam pelajaran. Di banyak negara, seperti AS dan Korea Selatan, akhirakhir ini ada kecenderungan dilakukan menambah jam pelajaran. Diketahui juga bahwa perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. Bagaimana dengan pembelajaran di Finlandia yang relatif singkat. Jawabnya, di negara yang tingkat pendidikannya berada di peringkat satu dunia, singkatnya pembelajaran didukung dengan pembelajaran tutorial yang baik.

Penyusunan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada penyederhanaan, tematik-integratif mengacu pada kurikulum 2006 di mana ada beberapa permasalahan di antaranya; (i) konten kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak; (ii) belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (iii) kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (iv) belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (v) standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (vi) standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (vii) dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.




Skema 2 menggambarkan tentang kesenjangan kurikulum yang ada pada konsep kurikulum saat ini dengan konsep ideal. Kurikulum 2013 mengarah ke konsep ideal. Sedang skema 3 menjelaskan alasan terhadap pengembangan kurikulum 2013.

Sumber : www.kemdikbud.go.id

PERGESERAN PARADIGMA BELAJAR ABAD 21

Tema pengembangan kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad 21, kini memang telah terjadi pergeseran baik ciri maupun model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada kurikulum 2013. Skema 1 menunjukkan pergeseran paradigma belajar abad 21yang berdasarkan ciri abad 21 dan model pembelajaran yang harus dilakukan.






Sedang gambar 1 adalah posisi kurikulum 2013 yang terintegrasi sebagaimana tema pada pengembangan kurikulum 2013. Sudah barang tentu untuk mencapai tema itu, dibutuhkan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas. Itu sebabnya perlu merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba (observation based learning) untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Di samping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning. Pertanyaannya, pada pengembangan kurikulum 2013 ini, apa saja elemen kurikulum yang berubah? Empat standar dalam kurikulum meliputi standar kompetensi lulusan, proses, isi, dan standar penilaian akan berubah sebagaimana ditunjukkan dalam skema elemen perubahan.

Perubahan yang Diharapkan

Pengembangan kurikulum­­ 2013, selain untuk memberi jawaban terhadap beberapa permasalahan yang melekat pa­da kurikulum 2006, bertujuan ju­ga untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan meng­omunikasikan (mempresentasikan), apa yang di­ per­oleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelaj­aran.


Melalui pendekatan itu di­harapkan siswa kita memiliki kom­petensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih ba­ik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Sedikitnya ada lima entitas, masing-masing peserta didik, pendidik dan tenaga kepe­ndidikan, manajemen satuan pendidikan, Negara dan bangsa, serta masyarakat umum, yang diharapkan mengalami perubahan. Skema 2 menggam­barkan perubahan yang diharapkan pada masing-masing en­itas.

Sumber : www.kemdikbud.go.id